Gelagat aneh Jokowi yang larang menteri bicara 3 periode mulai dikuliti, Ujang: Saya melihat…

April 8, 2022 | 0 Views
Jokowi marahi Menteri karena harga minyak goreng naik dan Pertamax tanpa penjelasan (YouTube Sekretariat Presiden)
Jokowi marahi Menteri karena harga minyak goreng naik dan Pertamax tanpa penjelasan (YouTube Sekretariat Presiden)

Dapodikta.com – Pengamat politik, Ujang Komaruddin meragukan pernyataan Presiden Jokowi yang melarang menteri-nya bicara tentang isu penundaan Pemilu 2024 dan penambahan masa jabatan.

Sebab menurut dia, masih ada celah lebar bagi Jokowi untuk menambah masa jabatannya sebagai presiden di periode 2024 mendatang.

Ujang berpendapat, hal itu terbaca dari pernyataan Presiden Jokowi yang hanya sebatas melarang para menterinya untuk tidak lagi menggaungkan isu tersebut. Sementara itu, Joko Widodo sendiri tidak secara tegas menolaknya.

Peluang Jokowi untuk bisa melanjutkan tongkat kepemimpinan, kata Ujang, semakin diperjelas lagi ketika dirinya memutuskan hadir dalam acara yang digelar Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) di Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Luar biasa Luhut ditunjuk Jokowi jadi Ketua Dewan Sumber Daya Air, ini daftar 8 jabatan yang pernah diembannya

Dalam acara itu, Apdesi dengan tegas mendukung Jokowi untuk kembali memimpin Indonesia pada 2024 mendatang.

“Saya melihat ada celah yaitu Jokowi tiga periode, sebagaimana ketika Apdesi versi Kemendagri yang dihadiri pak Jokowi dan menteri. Saya melihatnya ada celah untuk Jokowi 3 periode,” ucap Ujang pada Jumat, 8 April 2022.

Lebih lanjut Ujang kembali berpendapat, bahwa saat ini Joko Widodo hanya sebatas meredam isu penundaan Pemilu 2024 dengan melarang seluruh anak buahnya berbicara demikian.

Namun di sisi lain, mantan Wali Kota Solo itu malah tampak membiarkan isu penambahan masa jabatan presiden tiga periode.

Baca juga:  Pendaftaran Parpol Peserta Pemilu 2024 Dimulai 1-7 Agustus 2022

Ujang lantas mempertanyakan kenapa Jokowi hanya menyetop isu penundaan pemilu dan tidak menyertakan isu tentang penambahan masa jabatan 3 periode.

Menurut Ujang, wajar jika masyarakat akhirnya berburuk sangka bahkan geram kepada Jokowi.

Terlebih ia memang dianggap mengincar kembali kursi jabatan presiden dengan membiarkan isu tersebut ramai dibicarakan.

“Kenapa perpanjangan atau penundaan disetop, tapi kenapa Jokowi tiga periode tidak disetop? Ini ada apa? Kita perlu mengkritisi agar pak Presiden menjadi sosok negarawan yang bisa dipercaya oleh publik,” ucap Ujang.

Seperti diketahui, Presiden Jokowi telah melarang para menterinya untuk berhenti membuat polemik di masyarakat terkait isu penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden 3 periode.

Alih-alih meributkan isu tersebut, Jokowi menyuruh pada menteri untuk fokus bekerja dan menyingkirkan hal lain yang bersifat politik.

“Jangan menimbulkan polemik di masyarakat. Fokus kepada bekerja dalam penanganan kesulitan-kesulitan yang kita hadapi,” ucap Jokowi dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Kemudian, ia pun meminta agar para menteri berhenti ikut campur soal pemilu.

“Jangan sampai ada yang menyuarakan lagi mengenai urusan penundaan, urusan perpanjangan, ndak!” tegasnya. ***

Sumber: hops.id

 

RELATED POST