Ngeri Mayat Berserakan Usai Daerah Dekat Kiev Direbut Kembali

April 3, 2022 | 0 Views
Pasukan Ukraina menyisir kota Bucha temukan mayat-mayat bergelimpangan (Foto: AP Photo/Vadim Ghirda)
Pasukan Ukraina menyisir kota Bucha temukan mayat-mayat bergelimpangan (Foto: AP Photo/Vadim Ghirda)

Dapodikta.com – Mayat-mayat berserakan di di daerah-daerah dekat ibu kota Kiev, Ukraina. Hal ini terjadi pasca pasukan Ukraina merebut kembali kendali atas seluruh wilayah dekat Kiev.
Dilansir Reuters, pada Sabtu (2/4) lalu pejabat Ukraina menyatakan pihaknya telah merebut kembali lebih dari 30 kota dan desa di sekitar Kiev. Pasukan Ukraina kini memegang kendali penuh atas wilayah tersebut.

“Seluruh wilayah Kiev (Irpin, Bucha, Gostomel) dibebaskan dari penjajah,” tulis Wakil Menteri Pertahanan Ukraina Hanna Maliar di Facebook pada hari Sabtu (2/4) lalu.

Mayat-mayat korban pertempuran pasukan Rusia masih tergeletak di sepanjang jalan kota. Mayat para korban sebgaian sudah dimakamkan seadanya di sebuah kuburan massal.

Di Bucha, jurnalis Reuters melihat mayat tergeletak di jalan-jalan. Ada pula tangan-tangan dan kaki-kaki korban yang menyembul dari kuburan massal.

Wali Kota Bucha, Anatoliy Fedoruk, mengatakan lebih dari 300 warganya telah tewas.

Ukraina: Pembunuhan Warga Sipil di Bucha Pembantaian Disengaja

Menteri Luar Negeri Ukraina, Dmytro Kuleba, mengatakan pembunuhan warga sipil di kota Bucha adalah pembantaian yang disengaja.

“Pembantaian Bucha disengaja. Rusia bertujuan untuk melenyapkan sebanyak mungkin warga Ukraina. Kita harus menghentikan mereka dan mengusir mereka. Saya menuntut sanksi baru dari G7 yang menghancurkan SEKARANG,” tulis Kuleba di Twitter.

“Wilayah Kiev layaknya neraka abad ke-21. Mayat pria dan wanita, yang dibunuh dengan tangan terikat. Kejahatan terburuk Nazisme telah kembali ke UE,” kicau penasihat presiden Ukraina Mykhaylo Podolyak.

“Ini sengaja dilakukan oleh Rusia. Berlakukan embargo pada sumber daya energi, tutup pelabuhan. Hentikan pembunuhan!”

 

Jurnalis AFP melaporkan melihat sedikitnya 20 mayat, semuanya berpakaian sipil, berserakan di satu jalan di Bucha. Yang satu tangannya diikat ke belakang dengan kain putih, dan paspor Ukrainanya dibiarkan terbuka di samping tubuhnya.

Ketua Uni Eropa Charles Michel menjanjikan sanksi lebih lanjut terhadap Moskow saat ia mengutuk “kekejaman” yang dilakukan oleh pasukan Rusia di dekat ibu kota Ukraina, Kyiv.

“Kami terkejut dengan gambar-gambar kekejaman yang dilakukan oleh tentara Rusia di wilayah yang dibebaskan Kyiv #BuchaMassacre,” tulis kepala Dewan Eropa Michel di Twitter.

“UE membantu Ukraina & LSM dalam mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk pengejaran di pengadilan internasional.”

Menteri Luar Negeri Inggris Liz Truss mengatakan bahwa sebagai bukti dari “tindakan mengerikan” di kota Irpin dan Bucha Ukraina, serangan Rusia terhadap warga sipil harus diselidiki sebagai “kejahatan perang”.

Sumber: Detik.com

RELATED POST